Aceh Mulai Susun R3P Pascabencana, BPBA Tegaskan Pentingnya Data Terpadu

Aceh Mulai Susun R3P Pascabencana, BPBA Tegaskan Pentingnya Data Terpadu

7 Januari 2026 • Penulis: Yunus

NUSANTARANETWORK.COM-Pemerintah Aceh mulai menyusun dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Aceh sebagai dasar penanganan pemulihan pascabencana secara terintegrasi.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Fadmi Ridwan, menekankan pentingnya keselarasan data dari seluruh daerah terdampak agar dokumen R3P yang disusun memiliki satu rujukan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Hal tersebut disampaikan Fadmi saat memimpin rapat koordinasi secara virtual bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten dan kota se-Aceh, yang berlangsung di Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Selasa (6/1/2026).

“Maka dari itu, data yang ditabulasi di dalam R3P, tolong diselaraskan. Kalau bisa satu data,” ujar Fadmi.

Ia menjelaskan, dokumen R3P yang disusun oleh pemerintah kabupaten dan kota terdampak akan menjadi dasar pengusulan program rehabilitasi dan rekonstruksi kepada pemerintah pusat, sehingga ketepatan dan kelengkapan data menjadi faktor krusial.

Menurut Fadmi, seluruh dampak bencana banjir dan longsor di Aceh harus tercantum secara menyeluruh dalam dokumen R3P, mulai dari kerusakan rumah warga, lingkungan, sektor ekonomi, kawasan permukiman, hingga aset milik desa, kabupaten, dan provinsi.

Penyusunan R3P yang komprehensif dan berbasis data terpadu diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan pascabencana serta memastikan intervensi pemerintah pusat berjalan tepat sasaran sesuai kebutuhan daerah terdampak.