Indonesia Bakal Jadi Raja Data Center Asia! Kapasitas Meledak ke 2,7 GW di 2030, Investor Asing Berebut Masuk – Rahasianya Bikin Kaget!

Indonesia Bakal Jadi Raja Data Center Asia! Kapasitas Meledak ke 2,7 GW di 2030, Investor Asing Berebut Masuk – Rahasianya Bikin Kaget!

7 Februari 2026 • Penulis: Yunus

NUSANTARANETWORK.COM-Di tengah pesatnya transformasi digital di Tanah Air, kapasitas data center Indonesia diprediksi akan mengalami lonjakan signifikan. Menurut proyeksi terbaru dari berbagai lembaga riset internasional, kapasitas IT load data center nasional akan mencapai sekitar 2,7 gigawatt (GW) pada tahun 2030, naik dari level saat ini yang sekitar 0,6-1,4 GW. Pertumbuhan ini didorong oleh investasi besar dari raksasa teknologi global seperti Microsoft, Google, dan Amazon Web Services (AWS), serta kebijakan pemerintah yang mendukung ekonomi digital.

Indonesia saat ini menjadi salah satu pasar data center paling dinamis di Asia Tenggara, dengan nilai pasar mencapai USD 2,57 miliar pada 2023 dan diproyeksi naik menjadi hampir USD 4 miliar pada 2030. Saat ini, terdapat sekitar 79-80 data center operasional dan 24-30 fasilitas dalam tahap pembangunan, mayoritas terkonsentrasi di Jakarta dan sekitarnya seperti Bekasi serta Batam. Proyeksi kapasitas mencapai 2,7 GW pada 2030 ini sejalan dengan estimasi Mordor Intelligence yang memprediksi peningkatan dari 970 megawatt (MW) pada 2025 menjadi 2,11 GW pada 2030, sementara laporan lain menyebutkan potensi hingga 3,56 GW. Rata-rata, pertumbuhan tahunan (CAGR) di sektor ini mencapai 16,7-19,89%, didukung oleh adopsi cloud computing, Internet of Things (IoT), dan kecerdasan buatan (AI).

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga aktif mendorong ekspansi ini. Pada Oktober 2025, kapasitas nasional telah naik 52% menjadi 290 MW dari 190 MW di awal tahun, dengan target mencapai 900 MW akhir 2025. Kebutuhan data center diproyeksi mencapai 1,5-2 GW dalam dua tahun ke depan, seiring dengan inisiatif seperti Making Indonesia 4.0 dan ASEAN Digital Masterplan 2025.

Beberapa faktor utama yang mendorong pertumbuhan ini meliputi:

Microsoft mengumumkan investasi USD 1,7 miliar untuk infrastruktur AI dan cloud pada Mei 2024, sementara LG CNS membangun data center senilai USD 300 juta di Jakarta yang selesai pada 2027.

Jakarta mendominasi karena konektivitas jaringan yang kuat, sementara Batam menjadi jembatan digital ke Singapura dengan rencana pengembangan hingga 400 MW di digital park seluas 167 hektare.

Dengan pertumbuhan AI, konsumsi energi data center di ASEAN diproyeksi mencapai 68 terawatt-hour (TWh) pada 2030 dari 9 TWh pada 2024. Indonesia menargetkan 23% energi terbarukan, termasuk pemanfaatan geothermal yang diproyeksi naik menjadi 2,7 GW.

Namun, tantangan tetap ada, seperti keterbatasan lahan di Jakarta, antrian koneksi grid, dan kebutuhan Tier-3/4 yang undersupply hingga 1 GW pada 2030. Selain itu, biaya konstruksi rendah (kurang dari USD 9/MW) menjadi daya tarik, tapi keandalan grid dan pendingin di iklim tropis menjadi isu krusial.

Berikut proyeksi kapasitas data center di Indonesia berdasarkan sumber terpilih:

TahunKapasitas (GW)Sumber
20240,6PwC
20250,97-1,44Mordor Intelligence
20302,11-3,56Mordor Intelligence & Analis Lain

Ekspansi ini diharapkan mendorong pendapatan colocation dari USD 675 juta pada 2025 menjadi USD 1,9 miliar pada 2030. Secara regional, pasar data center ASEAN diproyeksi mencapai USD 11,8 miliar pada 2030, dengan Indonesia berkontribusi signifikan. Namun, untuk mencapai target 2,7 GW, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, operator seperti DCI Indonesia (yang mendominasi dengan >100 MW), dan investor asing untuk memastikan keberlanjutan energi dan regulasi data residency.

Menurut analis, pertumbuhan ini tidak hanya memperkuat infrastruktur digital Indonesia tapi juga menarik investasi asing langsung (FDI) hingga triliunan rupiah, mendukung visi ekonomi digital mencapai USD 1 triliun pada 2030. Dengan demikian, Indonesia siap menjadi pusat data utama di Asia Tenggara, asal tantangan energi dan regulasi dapat diatasi secara efektif.