Badai Gejolak Emas & Perak Menerjang! Investor Logam Mulia Waspada: Satu Kesalahan Bisa Habiskan Miliaran Rupiah!

Badai Gejolak Emas & Perak Menerjang! Investor Logam Mulia Waspada: Satu Kesalahan Bisa Habiskan Miliaran Rupiah!

10 Februari 2026 • Penulis: Yunus

NUSANTARANETWORK.COM-Harga emas dan perak kembali menunjukkan pergerakan liar di awal Februari 2026. Setelah anjlok tajam pada 5 Februari, emas dunia rebound ke level US$5.021 per ounce pada 9-10 Februari, sementara perak Antam melonjak ke Rp51.450 per gram setelah sempat terjun ke Rp47.100. Gejolak ini dipicu oleh penguatan dolar AS, sikap hati-hati The Fed, dan ketegangan geopolitik, membuat banyak investor logam mulia deg-degan.

Di tengah volatilitas tinggi ini, berikut catatan krusial yang perlu diperhatikan investor logam mulia agar tidak salah langkah.

  1. Jangan Panic Selling Saat Harga Turun

Penurunan harga emas dan perak sering kali bersifat sementara (koreksi teknikal). Pada 5 Februari lalu, emas sempat jatuh lebih dari 3%, tapi cepat rebound. Investor yang menjual saat panik justru kehilangan peluang. Sebaliknya, gunakan penurunan sebagai kesempatan **dollar cost averaging (DCA)** — beli secara bertahap setiap bulan dengan nominal tetap.

  1. Pahami Perbedaan Karakter Emas dan Perak

– Emas: Lebih stabil, berfungsi sebagai safe haven dan lindung nilai inflasi. Cocok untuk investor konservatif.

– Perak: Volatilitas jauh lebih tinggi, sehingga potensi return lebih besar, tapi risikonya juga tinggi. Perak mendapat dorongan tambahan dari permintaan industri (panel surya, kendaraan listrik, elektronik).

Saat ini rasio emas:perak masih relatif tinggi, artinya perak berpotensi undervalued dan bisa memberikan capital gain lebih cepat jika tren industri berlanjut.

  1. Tentukan Tujuan dan Jangka Waktu Investasi

– Jangka pendek (1-6 bulan) → Hati-hati, volatilitas sangat tinggi.

– Jangka menengah-panjang (2-5 tahun) → Prospek tetap bullish. Analis memproyeksikan emas bisa mencapai US$5.300–6.000 per ounce dan perak di atas US$80–90 per ounce sepanjang 2026.

  1. Alokasi Portofolio yang Bijak

Jangan all-in ke logam mulia. Alokasi ideal untuk emas dan perak adalah **5–15%** dari total portofolio, tergantung profil risiko. Sisanya bisa di saham, obligasi, atau reksa dana untuk diversifikasi.

  1. Pilih Instrumen yang Tepat
    Jenis InvestasiKelebihanKekuranganCocok Untuk
    Emas/Perak Fisik (Antam, UBS)Kepemilikan langsung, mudah dijualBiaya penyimpanan & spread tinggiInvestor jangka panjang
    Digital Gold / e-GoldLikuid tinggi, tanpa biaya fisikBergantung platformPemula & investor aktif
    ETF Logam MuliaMudah diperdagangkan di bursaAda fee manajemenInvestor yang suka likuiditas
    Saham Perusahaan TambangLeverage tinggiRisiko operasional perusahaanInvestor agresif

    6. Perhatikan Biaya, Pajak, dan Penyimpanan- Spread jual-beli fisik bisa mencapai 3–5%. Pilih saat harga sedang rendah.

    – Pajak penghasilan atas keuntungan penjualan logam mulia tetap berlaku.

    – Simpan emas fisik di tempat aman (brankas bank atau Pegadaian) untuk menghindari risiko pencurian.

    7. Pantau Faktor Makro dan Geopolitik

    Harga logam mulia sangat sensitif terhadap:

    – Kebijakan suku bunga The Fed

    – Kekuatan dolar AS

    – Ketegangan geopolitik (Iran-AS, perang dagang)

    – Permintaan bank sentral dan industri

    Saat ini, ketegangan geopolitik masih menjadi penopang utama harga jangka panjang.

    Gejolak harga emas dan perak pada Februari 2026 adalah hal yang wajar di tengah ketidakpastian global. Bagi investor yang disiplin, volatilitas ini justru menjadi peluang. Fokus pada strategi jangka panjang, gunakan DCA, diversifikasi antara emas dan perak, serta jangan terbawa emosi pasar.

    Logam mulia tetap menjadi salah satu aset yang paling tangguh sebagai pelindung kekayaan. Yang terpenting: investasikan hanya dana yang siap Anda tahan fluktuasi, dan terus pantau perkembangan pasar.

    Pantau update harga dan analisis terbaru hanya di NusantaraNetwork.com. Investasi cerdas, tetap tenang di tengah gejolak!