Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sebagian besar wilayah Indonesia. Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat diprediksi masih akan mengguyur wilayah Jawa dan Bali setidaknya hingga akhir Februari hingga awal Maret 2026, seiring pengaruh Monsun Asia yang masih kuat dan aktivitas gelombang ekuator.
Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menyatakan bahwa dinamika atmosfer saat ini masih mendukung terjadinya curah hujan signifikan. “BMKG mencatat hujan lebat hingga ekstrem telah terjadi di beberapa daerah, termasuk Jabodetabek dan sekitarnya. Dalam sepekan ke depan (20-26 Februari 2026), potensi hujan lebat-sangat lebat masih tinggi di Banten, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, serta beberapa wilayah lain seperti NTB, NTT, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Maluku Utara, dan Papua Pegunungan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (21/2/2026).
Menurut prospek cuaca mingguan BMKG periode 20–26 Februari 2026, status Siaga (hujan lebat hingga sangat lebat) diberlakukan untuk wilayah-wilayah tersebut, dengan tambahan potensi angin kencang di Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, dan Sulawesi Selatan.
Pada periode 20-22 Februari 2026, cuaca umumnya didominasi hujan ringan hingga sedang, namun peningkatan intensitas bisa terjadi secara mendadak. Di wilayah Jawa Timur dan Bali, potensi hujan sangat lebat tetap berada dalam kategori Siaga hingga akhir periode pengamatan. Hal ini sejalan dengan penguatan Monsun Asia dan pengaruh Madden-Julian Oscillation (MJO) yang masih aktif, serta gelombang atmosfer ekuator yang memicu konvergensi massa udara lembab.
Dampak yang Diwaspadai Masyarakat diimbau mewaspadai dampak sekunder seperti:
- Banjir dan genangan air di daerah rendah serta perkotaan.
- Longsor di wilayah pegunungan dan lereng curam.
- Angin kencang yang dapat merusak bangunan ringan, pohon tumbang, dan gangguan transportasi.
- Petir yang berpotensi mengganggu kelistrikan dan aktivitas luar ruangan.
BMKG mencatat puncak curah hujan ekstrem baru-baru ini, seperti di Sumatra Barat (176,3 mm/hari), Aceh (130,9 mm/hari), Bengkulu (129,6 mm/hari), dan Bali (108,5 mm/hari) pada periode 17-19 Februari 2026.
Rekomendasi BMKG
- Pantau informasi resmi melalui situs bmkg.go.id, aplikasi Info BMKG, atau akun @infobmkg di media sosial.
- Hindari aktivitas di area rawan banjir/longsor, pastikan drainase rumah lancar, dan siapkan perlengkapan darurat.
- Bagi pengendara, perhatikan prakiraan harian karena kondisi cuaca bisa berubah cepat, terutama saat bepergian di Jawa dan Bali.
- Pemerintah daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk pemantauan sungai dan bendungan.
Cuaca ekstrem ini diharapkan mulai mereda secara bertahap menuju akhir Februari, meski potensi hujan sedang-lebat masih mungkin terjadi hingga awal Maret 2026. Tetap update dan waspada, Nusantara!
(Sumber: BMKG, Prospek Cuaca Mingguan 20-26 Februari 2026, dan pernyataan resmi Plt. Deputi Meteorologi)





