Teheran – Kabar mengejutkan datang dari Iran: Mojtaba Hosseini Khamenei, putra mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, dikabarkan telah terpilih sebagai pengganti ayahnya sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Informasi ini beredar luas di media sosial dan beberapa outlet berita internasional sejak Rabu malam (5/3/2026), meskipun belum ada konfirmasi resmi dari Dewan Ahli (Majelis Pakar) atau lembaga negara Iran.
Video dan postingan yang viral (dengan 53 ribu views dalam 1 hari) menyebutkan bahwa Majelis Pakar telah menggelar sidang darurat pasca-kematian Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan AS-Israel pada 28 Februari 2026. Dalam sidang tersebut, Mojtaba Hosseini Khamenei disebut-sebut memperoleh dukungan mayoritas ulama Syiah untuk menggantikan posisi ayahnya.
Siapa Mojtaba Hosseini Khamenei?
Mojtaba Hosseini Khamenei (lahir 1969) adalah putra kedua Ayatollah Ali Khamenei. Ia dikenal sebagai figur yang rendah hati, jarang muncul di publik, dan memiliki pengaruh besar di kalangan Garda Revolusi Islam (IRGC) serta lembaga keagamaan Qom. Mojtaba pernah belajar di hawza (sekolah agama) Qom dan dianggap sebagai salah satu kandidat terkuat pengganti ayahnya sejak lama, meskipun sebelumnya sempat ada spekulasi bahwa posisi ini akan dipegang oleh figur lain seperti Presiden Masoud Pezeshkian atau tokoh senior IRGC.
Reaksi dan Situasi Saat Ini
Dalam negeri Iran: Demonstrasi berkabung dan dukungan untuk Mojtaba muncul di Teheran dan Qom, sementara kelompok oposisi mengecam proses suksesi sebagai “dinasti Khamenei”.
Internasional: AS dan Israel belum berkomentar resmi, tapi Presiden Donald Trump disebut-sebut memantau ketat. Rusia dan Cina menyatakan menghormati proses internal Iran.
Media Iran: IRIB dan Tasnim News belum mengonfirmasi pemilihan Mojtaba secara resmi. Hanya ada laporan bahwa Majelis Pakar sedang “membahas suksesi secara intensif”.
Hingga Kamis pagi (6/3/2026) WIB, belum ada pengumuman resmi dari Teheran. Kabar ini masih bersifat rumor kuat yang beredar cepat di media sosial dan outlet berita tidak resmi. Situasi di Iran tetap sangat dinamis pasca-kematian Khamenei dan penutupan sementara Selat Hormuz (yang kemudian diklarifikasi tidak ditutup oleh Dubes Iran).
Pantau terus perkembangan resmi dari IRIB, IRNA, atau pernyataan Majelis Pakar. Jika benar Mojtaba terpilih, ini akan menjadi momen bersejarah: pertama kalinya posisi Pemimpin Tertinggi diwariskan secara langsung ke putra pendahulunya.
Update terbaru akan diikuti. Apakah ini akhir dinasti Khamenei atau justru kelanjutan? Waktu yang akan menjawab.
Breaking: Mojtaba Hosseini Khamenei Dikabarkan Terpilih Jadi Pemimpin Tertinggi Iran Baru – Putra Ali Khamenei Naik Tahta?





