Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) semakin meneguhkan posisinya sebagai pemimpin perbankan syariah di Indonesia. Sepanjang tahun 2025, perseroan berhasil memperkuat kontribusinya dalam memudahkan akses keuangan berbasis syariah bagi masyarakat luas. Hal ini tercermin jelas dari kinerja positif yang solid, terutama pada penyaluran pembiayaan yang tumbuh dua digit dan tepat sasaran.
BSI mencatatkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp318,84 triliun sepanjang 2025, atau tumbuh 14,49% dibandingkan tahun sebelumnya (Rp278,48 triliun). Dari jumlah tersebut, outstanding pembiayaan mencapai Rp285,70 triliun, dengan sekitar 90% disalurkan ke segmen produktif dan pro-rakyat, antara lain: UMKM dan mikro, konsumer, komersial (khususnya pendidikan dan kesehatan), ASN serta BUMN.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyatakan, “Kinerja solid BSI pada 2025 ditopang oleh fungsi intermediasi serta penyaluran pembiayaan yang sehat dan tepat sasaran. Kami fokus pada consumer banking berbasis Islamic ecosystem, sekaligus melengkapi peran bank Himbara lainnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.”
Kinerja keseluruhan BSI juga sangat menggembirakan. Perseroan membukukan aba bersih Rp7,57 triliun, naik 8,02% year-on-year. Pertumbuhan ini didorong pendapatan dari penyaluran dana yang meningkat serta pengelolaan risiko yang prudent.
Dana Pihak Ketiga (DPK) melonjak 16,20% menjadi Rp380 triliun, dengan komposisi dana murah (CASA) mencapai 61,62% atau Rp234 triliun. Total aset BSI pun tumbuh 11,64% menjadi Rp456 triliun.
Kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross di level 1,81% dan NPF net 0,47% – jauh lebih baik dibandingkan rata-rata industri.
Melalui penyaluran pembiayaan yang masif, BSI tidak hanya mengejar target bisnis, tetapi juga memperluas inklusi keuangan syariah ke seluruh lapisan masyarakat. Beberapa program unggulan yang mendukung hal ini antara lain seperti penyaluran KUR syariah Rp12,2 triliun kepada 90 ribu nasabah, dukungan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) Rp10 triliun sepenuhnya untuk pembiayaan produktif, program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui 1.350 virtual account mitra BGN, pembiayaan ekosistem emas yang telah menembus 1 juta nasabah
Semua inisiatif tersebut memperkuat peran BSI sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.
Direktur Utama Anggoro Eko Cahyo menegaskan komitmen perseroan untuk terus memperluas akses keuangan syariah di tahun-tahun mendatang. Dengan likuiditas yang terjaga, kualitas aset yang baik, dan strategi ekosistem yang kuat, BSI optimis dapat mencatatkan pertumbuhan double digit kembali di 2026.
“BSI hadir untuk melayani umat dengan sepenuh hati. Melalui pembiayaan yang mudah, cepat, dan sesuai prinsip syariah, kami ingin setiap masyarakat Indonesia dapat merasakan manfaat nyata dari keuangan syariah,” pungkasnya.
Dengan capaian 2025 yang gemilang, BSI tidak hanya menjadi bank syariah terbesar di Indonesia, tetapi juga pilar utama dalam mewujudkan inklusi keuangan syariah yang lebih luas dan merata bagi seluruh masyarakat.





