Sekolah di Medan Mulai Pulih Pascabanjir, Kemendikdasmen Salurkan Bantuan Pendidikan

Sekolah di Medan Mulai Pulih Pascabanjir, Kemendikdasmen Salurkan Bantuan Pendidikan

7 Januari 2026 • Penulis: Yunus

NUSANTARANETWORK.COM-Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah terdampak banjir di Kota Medan kembali berjalan secara bertahap. Kepastian itu ditandai dengan dimulainya pembelajaran semester genap tahun ajaran 2025/2026 di sejumlah satuan pendidikan, setelah banjir besar melanda wilayah Medan dan sekitarnya pada akhir November 2025.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, memimpin upacara bendera hari pertama sekolah di SLB Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sumatra Utara, Senin (5/1/2026). Kegiatan tersebut diikuti ratusan murid dan guru, sekaligus menjadi penanda kesiapan sekolah untuk kembali melaksanakan pembelajaran pascabencana.

Menurut Tatang, pemulihan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kesiapan sarana dan prasarana, tetapi juga kondisi psikologis murid dan guru. “Kembali ke sekolah setelah bencana bukan hal mudah. Masih ada rasa cemas dan lelah. Karena itu, sekolah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan menyenangkan agar semangat belajar anak-anak tumbuh kembali,” ujarnya.

Upacara hari pertama sekolah itu juga terhubung secara nasional dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang memimpin kegiatan serupa dari Kabupaten Aceh Tamiang melalui Papan Interaktif Digital (PID). Interaksi tersebut dimanfaatkan untuk menyapa dan menyemangati murid di daerah terdampak bencana.

Kepala SLB Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sumatra Utara, Mardi Panjaitan, menjelaskan bahwa banjir sempat merendam hampir seluruh ruang kelas dengan ketinggian air lebih dari satu meter. Akibatnya, sekitar 400 murid terpaksa mengikuti pembelajaran daring dari rumah. Selain ruang kelas, fasilitas sekolah seperti ruang administrasi, kantin, dan perabot hasil revitalisasi tahun 2025 juga mengalami kerusakan.

“Kondisi mebel yang baru digunakan kembali seperti mebel lama karena terendam banjir. Namun papan interaktif digital dapat diselamatkan karena datang setelah banjir,” jelas Mardi.

Selain SLB Negeri Pembina, Kemendikdasmen juga meninjau SMKN 14 Medan, SMPN 16 Medan, SDN 49 Medan, dan SDN 13 Medan. Di SMKN 14 Medan, banjir merusak sejumlah peralatan praktik siswa. Sementara di SMPN 16 dan SDN 49 Medan, koleksi buku perpustakaan rusak dan tidak dapat dimanfaatkan kembali.

Sebagai bagian dari upaya pemulihan, Kemendikdasmen melalui Ditjen PKPLK menyalurkan bantuan pendidikan berupa schoolkit berisi perlengkapan sekolah, buku, tas, dan sepatu. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban orang tua sekaligus mendorong murid kembali aktif belajar.

Secara nasional, penanganan dampak bencana pendidikan di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah didukung bantuan lebih dari Rp13 miliar. Bantuan tersebut mencakup penyediaan tenda darurat, ribuan paket schoolkit, sepatu, paket sekolah darurat, serta layanan dukungan psikososial dan trauma healing bagi murid dan keluarga terdampak.

Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus, Saryadi, menegaskan bahwa keberlanjutan pembelajaran di daerah terdampak bencana merupakan prioritas pemerintah. “Pemulihan pembelajaran akan terus dilakukan secara fleksibel dan diferensiatif, sesuai kondisi murid dan sekolah, melalui kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Dengan pembelajaran yang kembali pulih, sekolah diharapkan dapat berfungsi kembali sebagai ruang aman dan inklusif, sekaligus menjadi fondasi bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan dan menata masa depan pascabencana.