Kasus yang menimpa Jaguar Land Rover (JLR) menegaskan bagaimana perusahaan tidak boleh meremehkan dampak serangan siber. Permata di mahkota Tata Motors itu harus menanggung luka finansial yang dalam, bukan hanya karena lesunya pasar, tetapi karena hantaman telak peretas yang melumpuhkan produksinya.