Karanganyar, Jawa Tengah-Harapan itu datang dari jauh, menembus batas kepulauan dan lintas negara. Melalui dukungan donasi masyarakat Malaysia yang disalurkan lewat TheNoor, sebanyak 35 perempuan di Dusun Kepoh, Desa Tohudan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, kini mulai bangkit membangun kemandirian pangan dari halaman rumah mereka sendiri.
Program “Memperkasa Petani Wanita – Program Benih Cili untuk Keselamatan Makanan Masa Hadapan” yang diinisiasi oleh Yayasan Perempuan Tani Sejahtera Indonesia (PTSI) ini menjadi langkah nyata pemberdayaan perempuan desa
Para peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga bantuan langsung berupa bibit cabai, media tanam, pupuk kandang, dan pupuk organik. Dengan bekal ini, mereka mulai menanam harapan baru—dari pekarangan sederhana menjadi sumber pangan dan potensi penghasilan.
Ketua RT setempat, Teguh Wijono, sekaligus mewakili pengurus Yayasan Perempuan Tani Sejahtera Indonesia mengaku kegiatan ini membawa dampak positif bagi warganya.
“Ini sangat membantu ibu-ibu di sini. Mereka jadi punya kegiatan produktif dan bisa membantu kebutuhan dapur sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat sekaligus ketua BUMRT Bapak Agus menyebut program ini sebagai awal perubahan besar dari hal kecil.
“Kalau ini terus berjalan, bukan tidak mungkin bisa meningkatkan ekonomi keluarga. Ini langkah awal yang sangat baik,” katanya.
Pelatihan budidaya cabai organik dipandu oleh Willy Kurniawan yang memberikan teknik sederhana mulai dari penyemaian hingga panen, sehingga mudah diterapkan oleh peserta di rumah masing-masing.


Dalam kegiatan ini, Yayasan Perempuan Tani Sejahtera Indonesia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada masyarakat Malaysia melalui TheNoor.
Donasi yang diberikan tidak hanya berupa bantuan fisik, tetapi juga ada pesan moral dari warga Jiran, bahwa membangun kemandirian dan ketahanan Pangan adalah langkah mulia menjaga kelestarian alam dan generasi, juga menjadi harapan baru bagi perempuan di pedesaan Jawa Tengah, Indonesia untuk lebih mandiri, produktif, dan berdaya.
Kolaborasi lintas negara ini menjadi bukti bahwa kebaikan tidak mengenal batas. Dari Malaysia, harapan itu tumbuh—dan kini bersemi di halaman rumah para perempuan desa yang tangguh, berdikari, berdaya, dan mandiri di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Indonesia.





