Akrobat Bahasa Di Panggung Politik Nasional. Ancaman Serius Peradaban?
JAKARTA, nusantaranetwork.com/-Saling menyindir dan melempar pernyataan di publik kini jadi fenomena dalam kehidupan berpolitik kita. Para politisi senang membuat publik bingung di tengah situasi yang terang benderang. Dan seringkali publik dibuat kecele atau tertipu dengan pernyataan yang dilempar oleh elite. Fenomena demikian menurut Acep Iwan Saidi, Pakar Semiotika yang juga Ketua Forum Studi Kebudayaan Fakultas Seni Rupa Desain Intstitut Teknologi Bandung (FSRD ITB) karena saat ini Politik kita memang nyaris seluruhnya panggung bahasa. βArtinya, di hadapan politik kita hanya menyaksikan bagaimana kata-kata dimainkan. Akrobat bahasa ini dilakukan dengan berbagai tujuan, antara lain, menciptakan keriuhan (noise). Menciptakan keriuhan berarti mengubur atau, paling tidak, menyamarkan sesuatu yang jernih. Jadi, hal-hal yang tampaknya ingin dipreteli atau dibongkar hingga sampai tahap vulgar sesungguhnya justeru untuk menyembunyikan fakta yang sesungguhnya,β katanya. Ia melanjutka, hal itu pula mengapa publik sering kecele. Dan banyak diantara kita menyebutnya...
π Baca Artikel Asli
Konten ini merupakan ringkasan. Untuk versi lengkap dan konteks penuh, silakan kunjungi sumber aslinya.
Sumber Asli Tidak Tersedia