
Ini Dia Cara Bertahan Hidup di Tengah Banjir Bandang
NUSANTARANETWORK.COM- Menghadapi tumpukan lumpur tinggi, puing kayu gelondongan, minimnya air bersih, dan kurangnya Penerangan. Banjir bandang merupakan salah satu bencana alam yang paling mematikan dan tak terduga, sering kali datang secara tiba-tiba dengan arus air deras yang membawa lumpur tebal, puing kayu gelondongan, serta material lain yang berbahaya.
Di Indonesia, kejadian seperti banjir bandang di Sumatera baru-baru ini menunjukkan betapa destruktifnya bencana ini, dengan korban jiwa mencapai ratusan dan kerusakan infrastruktur yang parah.
Dalam situasi seperti ini, bertahan hidup bukan hanya soal menghindari air bah, tapi juga mengatasi tantangan sekunder seperti tumpukan lumpur setinggi meteran, kayu gelondongan yang bisa menjebak atau melukai, kekurangan air bersih untuk minum, serta kegelapan akibat mati listrik.
Artikel ini akan membahas tips praktis untuk survival, berdasarkan panduan dari ahli keselamatan, agar Anda bisa melindungi diri dan keluarga.
Persiapan Awal: Kit Survival yang Wajib Dibawa
Sebelum bencana melanda, siapkan tas ransel darurat (go-bag) yang mudah dibawa. Isinya harus mencakup:
– Makanan kering atau instan yang tahan lama, seperti biskuit, roti, atau nasi bungkus, untuk setidaknya 3 hari.
– Stok air bersih minimal 3 liter per orang per hari, karena banjir sering mencemari sumber air.
– Alat penerangan seperti senter dengan baterai cadangan atau lentera bertenaga baterai—hindari lilin untuk mencegah kebakaran.
– Pisau atau parang kecil untuk membersihkan puing atau memotong kayu gelondongan jika terjebak.
– Alat pelindung diri: Masker N95, sarung tangan karet, sepatu boot anti air, kacamata pelindung, dan pakaian panjang untuk menghindari luka dari lumpur atau debris.
Jika peringatan banjir dini dikeluarkan, segera evakuasi ke tempat tinggi dan hindari daerah rendah atau sungai.
Selama Banjir Bandang: Hindari Bahaya Langsung
Banjir bandang bisa datang dalam hitungan menit, jadi prioritas utama adalah mencari tempat aman.
- Menghadapi Arus Deras dan Puing Kayu: Jangan pernah mencoba berjalan atau mengemudi melalui air banjir, karena hanya 15 cm air deras bisa menjatuhkan orang dewasa, apalagi dengan kayu gelondongan yang hanyut. Jika terjebak, pegang erat benda kokoh seperti pohon atau tiang, dan hindari kayu gelondongan yang bisa menabrak atau menjebak Anda. Gunakan parang dari kit survival untuk membebaskan diri jika tersangkut.
- Kurangnya Penerangan: Di malam hari atau saat listrik mati, gunakan senter untuk navigasi. Hindari kabel listrik yang jatuh, karena bisa menyetrum di air banjir. Jika berada di kegelapan total, tetap diam di tempat tinggi dan tunggu bantuan, sambil berteriak minta tolong secara berkala.
- Minim Air Bersih: Jangan minum air banjir yang tercemar limbah atau lumpur. Gunakan stok air dari go-bag, atau jika kehabisan, rebus air hujan jika memungkinkan (minimal 1 menit mendidih) untuk membunuh bakteri.
