Jakarta – Indonesia resmi melakukan ekspor perdana beras ke Arab Saudi sebanyak 2.280 ton. Pengiriman ini dilakukan pada Selasa (3/3/2026) dan menjadi tonggak penting setelah pemerintah mengklaim swasembada beras tercapai sejak akhir 2025.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan, ekspor ini merupakan hasil dari produksi dalam negeri yang surplus. “Alhamdulillah, hari ini kita ekspor perdana 2.280 ton beras ke Arab Saudi. Ini bukti nyata bahwa Indonesia sudah swasembada beras dan bahkan mampu memenuhi kebutuhan negara lain,” kata Amran di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
Beras yang diekspor merupakan jenis beras premium medium grain yang diproduksi petani di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pengiriman dilakukan melalui kapal kargo dan dijadwalkan tiba di pelabuhan Jeddah dalam waktu 12–14 hari.
Stok Nasional Surplus, Ekspor Tetap Dijaga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menambahkan bahwa stok cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini mencapai 3,8 juta ton, jauh di atas kebutuhan nasional. “Kita ekspor hanya sebagian kecil dari surplus. Prioritas utama tetap menjaga ketersediaan dan stabilitas harga di dalam negeri,” ujar Arief.
Ekspor perdana ini merupakan bagian dari kesepakatan dagang antara Indonesia dan Arab Saudi yang diteken tahun lalu. Arab Saudi merupakan pasar potensial karena permintaan beras premiumnya terus meningkat, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Manfaat bagi Petani dan Devisa Direktur Utama Bulog Bayu Krisnamurthi mengatakan ekspor ini akan memberikan dampak positif langsung bagi petani. “Harga gabah di tingkat petani tetap terjaga, bahkan cenderung naik karena ada permintaan ekspor. Ini juga menambah devisa negara,” katanya.
Pemerintah menargetkan ekspor beras Indonesia tahun 2026 mencapai 2–3 juta ton secara keseluruhan, dengan Arab Saudi sebagai salah satu pasar prioritas di Timur Tengah.
Hingga berita ini diturunkan, proses loading di Pelabuhan Tanjung Priok berjalan lancar dan diawasi ketat oleh Bea Cukai serta Karantina Pertanian untuk memastikan kualitas beras sesuai standar internasional.





