NUSANTARANETWORK.COM-PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) resmi memisahkan (spin-off) Unit Usaha Syariah (UUS) BTN menjadi entitas tersendiri dan menyerahkan seluruh kepemilikan sahamnya kepada PT Bank Syariah Nasional Tbk (BSN), bank hasil merger Bank Syariah Indonesia (BRIS), BNI Syariah, dan BRI Syariah yang kini menjadi bank syariah terbesar di Indonesia.

Keputusan strategis ini disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BTN yang digelar hari ini, Selasa (18/11/2025). Langkah ini sekaligus memenuhi kewajiban yang diamanatkan Pasal 59 POJK Nomor 12/POJK.03/2023 tentang Pemisahan Unit Usaha Syariah Bank Umum Konvensional, di mana bank dengan aset UUS di atas Rp50 triliun atau mencapai 50% dari total aset bank induk wajib melakukan spin-off paling lambat akhir 2025.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menyatakan bahwa aset UUS BTN telah melampaui ambang batas tersebut sejak kuartal IV/2023. “Per Desember 2023, aset UUS BTN sudah mencapai lebih dari Rp65 triliun atau sekitar 16% dari total aset konsolidasi BTN. Oleh karena itu, kami telah mempersiapkan spin-off ini secara matang sejak tahun lalu,” ujar Nixon usai RUPSLB.

Dengan spin-off ini, seluruh nasabah, pembiayaan, dana pihak ketiga, serta karyawan UUS BTN akan bermigrasi ke BSN. Proses migrasi dijadwalkan rampung paling lambat kuartal II 2026, dengan tetap menjamin kelancaran layanan bagi nasabah.

“Pemisahan ini justru akan memperkuat fokus BTN sebagai bank spesialis pembiayaan perumahan konvensional, sekaligus memberikan ruang bagi UUS BTN yang kini menjadi bagian BSN untuk tumbuh lebih cepat di segmen syariah,” tambah Nixon.

Menteri BUMN Erick Thohir yang hadir secara virtual dalam RUPSLB menyambut baik langkah ini. Menurutnya, spin-off UUS BTN akan semakin memperkokoh posisi BSN sebagai bank syariah nasional yang mampu bersaing di kancah global, sekaligus mendukung visi Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah dunia.

Hingga September 2025, pembiayaan syariah BTN tumbuh 18,4% (yoy) menjadi Rp41,2 triliun, sementara dana pihak ketiga syariah mencapai Rp51,8 triliun. Setelah resmi bergabung, kontribusi eks-UUS BTN diproyeksikan akan mendorong total aset BSN melampaui Rp400 triliun pada akhir 2026.

Pasar menyambut positif keputusan ini. Pada penutupan perdagangan Selasa (18/11), saham BBTN naik 2,15% ke level Rp1.665, sementara saham BSN (kode BRIS) melonjak 4,87% ke Rp3.120 per lembar.

Dengan selesainya spin-off BTN, kini tinggal dua bank BUMN yang masih memiliki UUS besar, yakni Bank Mandiri dan Bank CIMB Niaga, yang dijadwalkan menyusul pada 2026 mendatang.