Makkah– Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan kenyamanan jemaah haji Indonesia selama puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) dengan menyediakan makanan siap santap (Ready to Eat/RTE) bercita rasa Nusantara.
Tiga perusahaan Indonesia terlibat dalam penyediaan layanan ini.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj, Prof. Dr. Jaenal Effendi, menyampaikan hal tersebut usai rapat dengan para penyedia layanan konsumsi di Makkah pada Jumat (15/5/2026) malam waktu Arab Saudi.
Menurut Jaenal Effendi, terdapat lima perusahaan yang memasok makanan siap santap sebelum jemaah berangkat ke Arafah dan setelah kembali dari Mina. Dari kelima perusahaan tersebut, tiga berasal dari Indonesia, yaitu PT Halalan Thayyiban Indonesia, PT Indo Niaga Agro, dan PT Laukita Bersama Indonesia. Dua perusahaan lainnya berasal dari Arab Saudi, dengan seluruhnya menjalin kerja sama.
“Ada tiga perusahaan di Indonesia, kemudian di Saudi ini ada dua perusahaan. Semua melakukan kerja sama,” ujar Jaenal Effendi.
Ia menambahkan bahwa perusahaan-perusahaan Indonesia tersebut telah memenuhi standar nasional melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta standar Arab Saudi melalui Saudi Food and Drug Authority (SFDA). Makanan RTE ini akan didistribusikan ke seluruh hotel jemaah pada 6 Dzulhijjah 1447 H (23 Mei 2026).
Penyediaan Makanan Selama Puncak Armuzna
Perusahaan Indonesia akan menyediakan makanan pada tanggal 7, 8, dan 13 Dzulhijjah 1447 H (24, 25, dan 30 Mei 2026), yaitu sebelum jemaah berangkat ke Arafah dan setelah selesai rangkaian di Mina. Selama fase puncak di Armuzna (mulai 8 Dzulhijjah siang hingga 13 Dzulhijjah pagi), konsumsi ditangani oleh syarikah (perusahaan penyelenggara layanan haji) Arab Saudi, yaitu Rakeen Mashariq dan Albait Guest.
Setiap jemaah dijadwalkan menerima sekitar 15 porsi makanan siap santap selama periode kritis ini, dengan menu khas Nusantara seperti rendang, telur, tempe, teri, dan ikan yang disesuaikan selera Indonesia. Hal ini bertujuan menjaga nutrisi dan mengobati rindu tanah air di tengah padatnya aktivitas ibadah.
Jaenal Effendi menekankan pentingnya pemantauan ketat terhadap cita rasa, gramasi, dan ketepatan waktu distribusi. “Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik, sehingga jemaah kita bisa tenang dalam melakukan ibadah,” katanya.
Peran Perusahaan Penyedia di Mekkah
Salah satu perusahaan penyedia layanan konsumsi di Mekkah yang aktif mendukung jemaah Indonesia adalah Rakeen Mashariq (bagian dari syarikah). Perusahaan ini, bersama Albait Guest, menangani penyediaan makanan segar selama puncak Armuzna di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Kerja sama dengan penyedia Indonesia memastikan kelancaran distribusi dan kualitas yang sesuai standar.
Upaya ini merupakan bagian dari penguatan ekosistem ekonomi haji yang mendorong partisipasi perusahaan Indonesia, sekaligus memberikan nilai tambah bagi jemaah melalui makanan halal, bergizi, dan familiar.
Dengan persiapan matang ini, diharapkan seluruh jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah haji mabrur dengan lancar, sehat, dan penuh ketenangan. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah mereka semua. Amin.





