BOGOR— Sejak berdiri pada 2019, Kampung Ramah Lingkungan (KRL) Asri 27 terus mengembangkan kegiatan berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Kini gerakan tersebut memasuki babak baru melalui UMKM Asri 27 dan brand Loka Bumi.
KRL Asri 27 memiliki sejumlah divisi, yaitu Kelompok Wanita Tani (KWT), Hidroponik, Bank Sampah dan Daur Ulang. Keempatnya kini disinergikan dalam ekosistem UMKM yang menghasilkan berbagai produk kreatif.
Loka Bumi menjadi brand bersama yang menyatukan hasil tani, pangan, herbal, inovasi dan kreativitas lingkungan dalam satu identitas.
Ketua KRL Asri 27, Damidi, mengatakan bahwa sinergi antar-divisi menjadi langkah untuk membawa KRL Asri 27 naik kelas.
“Saatnya KRL Asri 27 naik kelas dengan UMKM-nya dan diharapkan bisa memberikan dampak nilai ekonomis kepada para pengurus dan warga setempat,” ujar Damidi.


Ketua UMKM Asri 27 sekaligus penggagas konsep Loka Bumi, Dwi Kartika Fitri, mengatakan Loka Bumi ingin membuka jalan bagi produk masyarakat agar memiliki pasar yang lebih luas.


“Kami ingin membangun produk yang lahir dari masyarakat tetapi memiliki kualitas yang mampu bersaing. Loka Bumi siap bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membuka peluang menuju pasar yang lebih luas,” ungkap Dwi Kartika.
Dukungan juga datang dari Ketua RW 27, Bapak Udin Wahyudin, yang mengapresiasi kreativitas warga, terutama para ibu yang aktif mengembangkan produk dan kegiatan produktif.
Ketua KWT Asri 27, Ibu Jumini, mengatakan proses pengolahan dan branding dapat mengubah persepsi terhadap hasil tani.
“Bahan yang sederhana bukan berarti nilainya sederhana. Dengan pengolahan, inovasi dan branding yang tepat, hasil tani bisa menjadi produk yang lebih menarik, bernilai jual dan memiliki peluang pasar yang lebih luas,” ujar Jumini.
Konsep Loka Bumi juga mendapat apresiasi dari Muji Lestari, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kemitraan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor.
Muji mengapresiasi upaya KRL Asri 27 dalam menggalakkan kegiatan berkebun, mengolah hasil tanaman sayur menjadi produk bernilai jual serta mengintegrasikan berbagai kegiatan dalam satu brand yang tetap kental dengan nuansa lingkungan.


Loka Bumi turut mendapat dukungan sarana melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB).
Peluncuran Loka Bumi juga mendapat apresiasi dari Muji Lestari, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kemitraan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor.
Muji menilai KRL Asri 27 telah menunjukkan kreativitas dalam mengembangkan kegiatan berkebun dan mengolah hasil tanaman menjadi produk yang memiliki daya jual. Ia juga mengapresiasi langkah mengintegrasikan berbagai kegiatan dalam brand Loka Bumi yang tetap membawa nuansa lingkungan, termasuk upaya menanam pohon dan tanaman produktif untuk mendukung lingkungan yang asri dan ketahanan pangan.
Sementara itu, Ketua Divisi Bank Sampah, Ibu Wuri Wulandari, menilai pengelolaan sampah dari sumbernya menjadi langkah penting dalam membangun kepedulian lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi.
“Bank Sampah menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan memilah dan mengelola sampah dari rumah. Kami ingin masyarakat melihat bahwa sampah yang dipilah dengan baik masih memiliki nilai dan dapat menjadi sumber daya. Ketika dikelola bersama, kegiatan ini tidak hanya membantu menjaga lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Wuri Wulandari.
Ketua Divisi Daur Ulang, Ibu Wia Nawiah, mengatakan bahwa proses daur ulang merupakan bagian dari upaya mengubah cara pandang masyarakat terhadap barang bekas.
“Melalui Loka Lestari, kami ingin menunjukkan bahwa barang bekas tidak selalu berakhir sebagai sampah. Dengan kreativitas dan keterampilan, material yang masih bisa dimanfaatkan dapat diolah menjadi produk yang memiliki fungsi, nilai estetika dan nilai ekonomi. Ini menjadi bagian dari upaya kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” ujar Wia.

Loka Bumi kini membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk pengembangan produk, branding, pemasaran dan perluasan jaringan.
Perjalanan ini dimulai dari lingkungan RW 27.
Namun mimpinya lebih besar:
DARI RW 27 UNTUK INDONESIA.
🌐 www.lokabumi.com
📱 Instagram: @lokabumi_id





