JAKARTA – Peta politik dan birokrasi nasional mendadak gempar pada Rabu pagi. Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, dilaporkan dijemput oleh tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) di kawasan Jakarta Pusat. Penjemputan ini dilakukan menyusul keputusan mendadak Presiden Prabowo Subianto yang mencopot Dadan dari jabatannya.

Langkah tegas dari korps adhyaksa ini diduga kuat berkaitan dengan ditemukannya indikasi awal praktik lancung berupa jual beli jabatan di lingkungan internal BGN, khususnya yang mengurusi proyek strategis nasional, Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, iring-iringan kendaraan dinas operasional Kejagung mendatangi sebuah lokasi di Jakarta Pusat pada pagi hari. Tanpa perlawanan berarti, Dadan Hindayana langsung dibawa oleh petugas menuju Gedung Bundar Kejaksaan Agung untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Hingga berita ini diturunkan, status hukum mantan Kepala BGN tersebut masih dalam tahap pemeriksaan saksi dan pendalaman materi perkara. Pihak Kejagung dijadwalkan akan menggelar konferensi pers resmi guna memberikan rincian konstruksi kasus ini kepada publik.

Secara bersamaan, tim satgas khusus Kejagung juga bergerak cepat melakukan penggeledahan di kantor pusat Badan Gizi Nasional. Petugas menyisir sejumlah ruangan penting, termasuk ruang kerja kepala badan dan ruang direktorat yang membawahi manajemen sumber daya manusia serta distribusi logistik.

Akibat penggeledahan yang berlangsung ketat dan memakan waktu berjam-jam tersebut, operasional internal lembaga negara yang baru dibentuk ini sempat mengalami disrupsi parah.

“Kami mengonfirmasi bahwa untuk sementara waktu pelayanan publik dan koordinasi wilayah di kantor pusat terhenti total demi kelancaran proses sterilisasi serta pengamanan barang bukti oleh penyidik,” ujar salah satu staf internal BGN yang enggan disebutkan namanya.

Penyidik terlihat membawa keluar sejumlah kontainer plastik berisi dokumen kontrak, berkas kepegawaian, serta beberapa perangkat elektronik sebagai barang bukti sitaan.

Pencopotan Dadan Hindayana oleh Presiden Prabowo Subianto disinyalir menjadi bukti nyata bahwa pemerintah tidak akan menoleransi sedikit pun celah korupsi atau penyalahgunaan wewenang (abuse of power) dalam program MBG. Program yang menyasar pemenuhan gizi anak-anak sekolah di seluruh Indonesia ini merupakan marwah dan janji politik utama pemerintahan saat ini.

Rumor mengenai adanya tarif tertentu untuk pengisian posisi kepala satuan pelayanan gizi di daerah diduga menjadi pemantik utama yang membuat Presiden mengambil tindakan diskresi kilat untuk melakukan pembersihan total (cleansing) di tubuh BGN.

Estafet kepemimpinan BGN kini telah beralih ke tangan Nanik S. Deyang, yang diharapkan mampu melakukan reformasi birokrasi bersih, mengembalikan kepercayaan publik, dan memastikan roda program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan tanpa hambatan moral maupun operasional di masa transisi ini.